
Kamu memerlukan Nama Pena kalau:
1. Namamu terlalu panjang/terlalu pendek/kurang menarik. ^_^
2. Namamu susah dilafalkan - beberapa nama berbau bahasa arab/asing, tidak hanya susah dilafalkan (memerlukan makhorijul huruf yang buanget), tapi juga susah diingat ~ Semoga Akheed mudah diucapkan dan diingat. :]
3. Namamu tidak pas dengan segmentasi tulisan yang kamu buat. Misalnya, kamu menulis fiksi utk remaja, tapi nama aslimu justru tidak terkesan remaja, ex: Abdul Wahid. :(
Bisa diperkirakan akan timbul di hati pembaca keraguan untuk membeli buku remajamu, sebab nama pengarangnya jauh dari kesan meremaja. Tapi mungkin namamu cocok untuk karya bersegmentasi lain, misal: Abdul Wahid untuk segmentasi karya berbau materi agama. :)
4. Namamu terlalu berat atau terlalu ringan bagi tulisan yang kamu buat.
misal kamu menulis tentang epik Islam, tapi namamu terlalu gaul, atau kamu menulis (dan akan konsisten di jalur itu) wacana sastra atau artikel yang serius, dengan nama yang terkesan enteng.
5. Kamu pengen hidden sebagai penulis, sah saja kan biar nama aslimu tidak diketahui banyak orang, misal: Kareen el Qalamy. piss... :) Mbak Khatulistiwa.
6. Terakhir, kamu bisa memiliki nama pena kalau kamu mau ~ karena jika nama aslimu udah oke, kamu jadikan saja sebagai nama pena, misal: Ari Mami. colek Mbak Ari Mami
4. Namamu terlalu berat atau terlalu ringan bagi tulisan yang kamu buat.
misal kamu menulis tentang epik Islam, tapi namamu terlalu gaul, atau kamu menulis (dan akan konsisten di jalur itu) wacana sastra atau artikel yang serius, dengan nama yang terkesan enteng.
5. Kamu pengen hidden sebagai penulis, sah saja kan biar nama aslimu tidak diketahui banyak orang, misal: Kareen el Qalamy. piss... :) Mbak Khatulistiwa.
6. Terakhir, kamu bisa memiliki nama pena kalau kamu mau ~ karena jika nama aslimu udah oke, kamu jadikan saja sebagai nama pena, misal: Ari Mami. colek Mbak Ari Mami
Beberapa catatan tentang nama pena:
1. Nama pena sebaiknya hanya terdiri dari dua suku kata, dan paling banyak dua kata
2. Nama pena sebaiknya sesuai dengan jenis tulisanmu. Nama pena yang berbau arab lebih cocok untuk tulisan yang keislaman atau epik. Sebaliknya nama yang riang dan meremaja misal Asma Nadia, mungkin kurang cocok menulis epik atau tulisan konsep keislaman.
3. Jangan terlalu panjang atau pendek. Pilihlah nama pena yang menarik perhatian.
4. Jangan berdalih, untuk tetap memakai nama pena awal yang kamu sempat pilih tapi belum terekspose dengan baik, apalagi hanya dengan alasan: saya sudah dikenal dengan nama itu.
Kenapa? Sebab percayalah, orang-orang yang mengenalmu bukanlah pasar yang sesungguhnya. Strategis ke umumnya harus lebih diprioritaskan.
Sebaiknya kamu sudah mantap dengan nama pena ketika mengirim tulisan pertama kali di media, atau dibukukan.
Mengganti nama pena di tengah jalan atau memiliki dua atau lebih nama pena, amat tidak dianjurkan. Sebab tidak mudah untuk mempromosikan dan mengenalkan dirimu dari ulang lagi kepada pembaca. Lebih baik menguatkan apa yang ada.
Selamat mencari nama pena:)
Tentu saja kalau dianggap perlu.
1. Nama pena sebaiknya hanya terdiri dari dua suku kata, dan paling banyak dua kata
2. Nama pena sebaiknya sesuai dengan jenis tulisanmu. Nama pena yang berbau arab lebih cocok untuk tulisan yang keislaman atau epik. Sebaliknya nama yang riang dan meremaja misal Asma Nadia, mungkin kurang cocok menulis epik atau tulisan konsep keislaman.
3. Jangan terlalu panjang atau pendek. Pilihlah nama pena yang menarik perhatian.
4. Jangan berdalih, untuk tetap memakai nama pena awal yang kamu sempat pilih tapi belum terekspose dengan baik, apalagi hanya dengan alasan: saya sudah dikenal dengan nama itu.
Kenapa? Sebab percayalah, orang-orang yang mengenalmu bukanlah pasar yang sesungguhnya. Strategis ke umumnya harus lebih diprioritaskan.
Sebaiknya kamu sudah mantap dengan nama pena ketika mengirim tulisan pertama kali di media, atau dibukukan.
Mengganti nama pena di tengah jalan atau memiliki dua atau lebih nama pena, amat tidak dianjurkan. Sebab tidak mudah untuk mempromosikan dan mengenalkan dirimu dari ulang lagi kepada pembaca. Lebih baik menguatkan apa yang ada.
Selamat mencari nama pena:)
Tentu saja kalau dianggap perlu.
Nah! Itu tadi tips dari Mbak Asma Nadia dengan bumbu dari A. Wahid
Semoga bermanfaat.
Have a nice HUNTING!!! ^_^
template gak asyik,.. kok sama ya..
http://www.shorban-online.blogspot.com/
Jadi sama ya? :)
Brti nama pene it hrus dsesuaikn dg segmentasi tulisanny y? Klo segmentasi tulisanny gnti2/gk tetap, apakah nama penany juga mnyesuaikn ikut2n gnti?
Kalau saya sih sarannya kita punya spesialisasi, karena itu yang akan menjadi ciri khas kita... Dengan mempunyai ciri khas, pembaca akan lebih mudah mengenali kita... :)